Labels

Sabtu, 28 Juni 2014


DASAR-DASAR PEMBUATAN FILM



1. Menentukan Ide Cerita
Buatlah sebuah ide cerita untuk filmmu. tentukan terlebih dulu genre film yang ingin kamu buat. Drama, horor, action, atau genre lain. Usahakan untuk menciptakan ide cerita yang tidak pasaran. Kalau toh kamu ingin mengangkat cerita yang sudah umum, kemaslah dengan unik. Selain itu, cobalah untuk menentukan tema cerita yang familiar dengan masyarakat karena biasanya masyarakat suka menintin film yang “ini kisah gue banget loh”.
2. Tentukan Sasaran Penonton
Setelah menentukan ide cerita dan tema. Tentukan pula film ini ingin ditujukan untuk siapa? Apakah anak-anak, remaja, atau dewasa? menentukan segmentasi penonton akan mempermudah kita membuat alur cerita yang menarik.
3. Membuat Sinopsis Film
Sinopsis adalah komponen yang harus ada dalam sebuah film. Semua film memerlukan sinopsis, tidak terkecuali film dokumenter. Tulislah sinopsis yang ringkas, padat, jelas, tepat sasaran dengan konflik yang jelas, dan ending yang bisa memberi kejutan bagi penonton.
4. Menulis Skenario
Setelah membuat sinopsis singkat, langkah selanjutnya adalah menulis skenario. Skenario ini bisa kamu tulis sendiri atau meminta orang lain (yang kompeten) untuk menuliskannya. Skenario harus ditulis seecara detail dan rinci. Dimana scene akan diambil (apakah diluar atau di dalam ruangan), bagaimana ekspresi dan gerak-gerik para pemain, serta penjelasan dilokasi mana mereka akan mengambil gambar.
5. Menyiapkan Alat-alat Teknis
Tentukan story board (alat perencanaan yang menggambarkan urutan kejadian berupa kumpulan gambar dalam sketsa sederhana), tentukan lokasi yang sesuai dengan skenario. Siapkan kru, lampu, kamera, setting, property, kostum, make up team, dll.
6. Tentukan Budget
Setelah menentukan semua alat teknis dan pemain yang kita inginkan, maka kita harus membuat anggaran agar tidak melebihi budget yang sudah kamu tentukan. seandainya anggaran melebihi budget mungkin kamu bisa menyiasati dengan “sewa” entah itu sewa kostum, properti atau alat sehingga biaya tidak terlampau membengkak.
7. Syuting dan Editing
Setelah ke enam komponen persiapan siap dan izin untuk pembuatan film sudah turun, maka kamu sudah bisa memulai proses syuting sesuai dengan skenario yang ada. Apabila proses syuting sudah selesai maka langkah selanjutnya adalah mengedit film berdasarkan urutan scene dalam skenario.
8. Review dan Revisi
Setelah melalui tahap editing bukan berarti film sudah jadi. Alangkah baiknya jika kamu meriviewhasil film yang sudah ada kemudian melakukan revisi apabila ada scene yang jelak dan tidak sesuai dengan skenario. Scene tersebut bisa kamu buang atau kamu ganti dengan yang baru.
9. Buat Promosi
Setelah semua proses pembuatan selesai, saatnya kamu mempromosikan film yang kamu buat dengan berbagai media. Bis amelalui web, blog, twitter, facebook, poster, trailer, dan media lain.
10. Masukkan dalam DVD
Setelah seluruh proses persiapan, pembuatan, dan revisi selesai. Kamu bisa memasukkan film tersebut dalam keping DVD untuk digandakan. Entah itu untuk keperluan pribadi atau promosi.



Source : http://www.idseducation.com/

Rabu, 09 Oktober 2013

Normalisasi Waduk Guna Mengatasi Banjir




Kondisi lingkungan yang rusak dan semakin parah sangat mempengaruhi terjadinya banjir. Banjir sendiri terjadi karena kondisi hulu yang rusak. Selain itu menurut Direktur Jendral Sumber Daya Air (SDA) Moh.Hasan, banyak berdirinya pemukiman liar di bantaran sungai semakin memperparah kondisi lingkungan di Jakarta khususnya di daerah bantaran sungai. Kerusakan ini berdampak pada sistem irigasi yang tidak optimal.
Berkaitan dengan hal tersebut, pembangunan waduk sangat penting. Selain itu menormalisasi waduk-waduk juga dapat mengurangi terjadinya banjir. Seperti normalisasi waduk oleh Pemprov DKI Jakarta. Program Pemprov DKI sendiri yaitu mengeruk, memperdalam, memperlebar kali-kali yang ada di Jakarta.
Normalisasi kali Ciliwung merupakan program utama Pemprov DKI Jakarta. Untuk masalah fisik sendiri akan ditangani oleh Kementrian PU sedangkan Pemprov DKI Jakarta menangani masalah social dan lahan. Menurut Dirjen SDA, rencananya akan dibuat sodetan dari Selatan ke Utara yang dialirkan ke Banjir Kanal Timur. Sodetan ini akan memotong debit banjir di DKI ±60m³/detik.
Banjir merupakan dampak dari kerusakan lingkungan itu sendiri. Rencana pembangunan waduk dan normalisasi waduk memang dapat mencegah banjir itu sendiri. Tetapi itu semua harus diimbangi juga dengan kesadaran masyarakat. Masyarakat sendiri sering tidak memperhatikan lingkungan di sekitarnya. Padahal banjir itu sendiri sebenarnya berasal dari mereka sendiri yang kurang peduli terhadap lingkungan. Selain itu menurut saya, perlu adanya sosialisasi dari pihak terkait tentang peran lingkungan itu sendiri di dalam kehidupan mereka dan dampaknya apabila mereka merusaknya.


Sumber :
Datin sda. 2013. "Normalisasi Waduk Guna Mengatasi Banjir" dalam sda.pu.go.id. Diunduh pada 18 September 2013.


About ME

My name is Julvian Resky W I am from Kendal Regency Central Java I studied in Urban ang Regional Planning Departement Diponegoro University I have motto of live " Today is Better than Yesterday " Thanks....